Kamis, 26 Februari 2015

Aktivitas Seorang Atletik atlit



Nama         : M. Mukhtar Fauzi
          XII TSM
Aktivitas Seorang Atletik (30)

  1. Masyarakat yang sering melakukan olahraga dapat disebut sebagai olahragawan, namun belum tentu bisa disebut sebagai atlet.
  2. Atlet sendiri  berasal dari bahasa Yunani, dari kata  Athlos yang berarti kontes
  3. Atlet adalah 2 orang yang ikut serta dalam
  4. Atlet harus mempunyai kemampuan fisik yang lebih tinggi dari rata-rata masyarakat umum, tak terkecuali kemampuan dalam kebugaran  jasmaninya
  5. Djoko Pekik Irianto, dkk (2009: 1), menyatakan  bahwa latihan merupakan langkah penyempurnaan berolahraga melalui  pendekatan ilmiah, khususnya prinsip-prinsip pendidikan, secara teratur dan terencana sehingga mempertinggi kemampuan dan kesiapan olahragawan.
  6. Latihan juga merupakan suatu program pengembangan atlet untuk bertanding,  berupa peningkatan keterampilan dan kapasitas energi.
  7. Untuk mendapatkan hasil latihan yang maksimal maka diperlukan proses yang sistematis untuk meningkatkan kebugaran atlet sesuai dengan cabang olahraga yang dipilih.
  8. Aktivitas jasmani merupakan bentuk menggerakkan badan, termasuk gerak berjalan kaki, berlari, melempar, menangkap, merayap, merangkak, berlompat, berloncat, dan bentuk gerak dasar lainnya. Olahraga sangat terkait dengan “gerak”.
  9. Olahraga digunakan untuk segala jenis kegiatan fisik yang dapat dilakukan di darat, air maupun udara.
  10. Ciri utama dalam kegiatan olahraga adalah orientasi fisikal seperti aspek motorik, daya tahan, kecepatan, kekuatan dan keterampilan yang merupakan unsur intern dari kegiatan olahraga.
  11. Memelihara dan meningkatakan kemampuan gerak yang masih ada (mobilisasi sendi-sendi).
  12. Kemampuan koordinasi ini dapat dilatih dengan misalnya, mengambil, memindahkan dan menata letak benda-benda kecil dengan ujung jari kaki, dan semua gerakan-gerakan halus yang diperlukan untuk mendapatkan akurasi (ketepatan).
  13. Meningkatkan kekuatan otot dapat mencegah atau menghambat osteoporosis pada tulang yang bersangkutan.
  14. Memelihara kemampuan aerobik yang telah memadai atau meningkatkannya untuk mencapai kategori sedang.
  15. Pelaksanaan gerak dalam olahraga selalu termasuk dalam lingkup keterampilan yang dipelajari yang maksudnya keterampilan itu akan dikuasai melalui proses belajar mengajar yang berarti aktifitas yang dipelajari itu hanya dikuasai sampai taraf memadai bila terjalin suasana hubungan social, ada unsur pendidik atau Pembina yang lebih  berpengalaman.]
  16. Secara umum aktivitas yang terdapat dalam kegiatan olahraga akan terdiri dari kombinasi 2 jenis aktivitas yaitu aktivitas yang bersifat aerobik dan dan aktivitas yang bersifat anaerobik.
  17. Aktivitas aerobik merupakan aktivitas yang bergantung terhadap ketersediaan oksigen untuk membantu proses pembakaran sumber energi sehingga juga akan bergantung terhadap kerja optimal dari organ-organ tubuh seperti jantung, paru-paru dan juga pembuluh darah untuk dapat mengangkut oksigen agar proses pembakaran sumber energi dapat berjalan dengan sempurna
  18. Aktivitas anaerobik merupakan aktivitas dengan intensitas tinggi yang membutuhkan energi secara cepat dalam waktu yang singkat namun tidak dapat dilakukan secara kontinyu untuk durasi waktu yang lama.
  19. Contoh dari kegiatan atau jenis olahraga yang memiliki aktivitas anaerobik dominan adalah lari cepat ( sprint ), 8  push-up, body building , gimnastik atau juga loncat jauh. Dalam beberapa jenis olahraga beregu atau juga individual akan terdapat pula gerakan-gerakan atau aktivitas sepeti meloncat, mengoper, melempar, menendang bola, memukul  bola atau juga mengejar bola dengan cepat yang bersifat anaerobik.
  20. 20.                       Olahraga rekreasi adalah suatu kegiatan olahraga yang dilakukan  pada waktu senggang sehingga pelaku memperoleh kepuasan secara emosional seperti kesenangan, kegembiraan, kebahagiaan, serta memperoleh kepuasan secara fisik-fisiologis seperti terpeliharanya kesehatan dan kebugaran tubuh, sehingga tercapainya kesehatan secara menyeluruh.
  21. Rekreasi merupakan kegiatan positif yang dilakukan pada waktu senggang dengan sungguh-sungguh dan bertujuan untuk mencapai kepuasan.
  22. Aktivitas rekreasi dibagi atas dua golongan besar, yaitu rekreasi aktif secara fisik dan pasif secara fisik.
  23. Olahraga prestasi adalah kegiatan olahraga yang dilakukan dan dikelola secara professional dengan tujuan untuk memperoleh prestasi optimal pada cabang-cabang olahraga merupakan olahraga prestasi.
  24. Olahraga rehabilitasi atau kesehatan merupakan suatu kegiatan olahraga yang bertujuan untuk pengobatan atau penyembuhan yang  biasanya dikelola oleh tim medis dan hanya untuk kelompok tertentu seperti 10 penderita penyakit jantung koroner, penderita asma, penyembuhan setelah cedera, dan penyakit lainnya.
  25. Kinerja organisasi; merupakan pencapaian hasil (outcome) pada level atau unit analisis organisasi.
  26. Performa atlet merupakan salah satu penentu kemenangan pada sebuah  pertandingan.
  27. Performa atlet pada sebuah pertandingan berhubungan dengan  berbagai hal, yaitu kemampuan yang dimiliki, psikologi atlet saat bertanding, kebugaran jasmani atlet, latihan yang dilaksanakan sebelum pertandingan dan didukung oleh asupan karbohidrat selama pertandingan serta status hidrasi (Armina Immawati, 2011: 1).
  28. Kebugaran jasmani sangat diperlukan oleh atlet agar dapat menjaga  performanya selama menjadi atlet.
  29. Kebugaran jasmani merupakan kesanggupan dan kemampuan tubuh untuk melakukan penyesuaian atau adaptasi terhadap pembebasan fisik yang diberikan tanpa menimbulkan kelelahan yang berlebihan.
  30. Latihan pada dasarnya adalah pemberian beban pada tubuh sehingga menimbulkan tanggapan tubuh berupa respon dan adaptasi. Respon merupakan tanggapan langsung tubuh saat proses latihan yang bersifat sementara, meliputi dada berdebar, detak jantung meningkat, frekuensi nafas meningkat, suhu tubuh meningkat, keringat bertambah banyak, terasa mual dan sesak nafas.